DESTILASI
Destilasi adalah metode pemisahan campuran homogen (larutan) berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya. Prinsip utama destilasi adalah penguapan zat cair yang memiliki titik didih lebih rendah, kemudian pengembunan kembali (kondensasi) uap tersebut menjadi cairan murni.(Melani,2022)
Metode ini banyak digunakan dalam:
Laboratorium kimia
Industri kimia dan farmasi
Industri minyak bumi
Pengolahan air
Industri makanan dan minuman
Prinsip destilasi didasarkan pada:
Perbedaan volatilitas (kemudahan menguap) zat
Zat dengan titik didih lebih rendah akan menguap lebih dahulu
Uap dialirkan ke kondensor
Uap mengalami pendinginan dan mengembun menjadi cairan (destilat)
Semakin besar perbedaan titik didih, semakin mudah proses pemisahannya.
Secara umum, alat destilasi terdiri dari:
Labu distilasi: tempat campuran dipanaskan
Termometer: mengukur suhu uap
Kondensor: mendinginkan uap menjadi cair
Labu penampung: menampung hasil destilat
Sumber panas: pemanas listrik atau bunsen
Destilasi Sederhana (Simple Distillation)
Pengertian:
Destilasi yang digunakan untuk memisahkan cairan dari zat terlarut padat atau dua cairan dengan perbedaan titik didih yang besar (>25–30°C).
Ciri-ciri:
Tidak menggunakan kolom fraksinasi
Proses relatif sederhana
Hanya satu tahap penguapan dan kondensasi
Contoh:
Pemurnian air laut menjadi air tawar
Pemisahan air dan garam
B. Destilasi Uap (Steam Distillation)
Pengertian:
Destilasi yang menggunakan uap air untuk menyuling zat yang tidak larut dalam air dan mudah rusak pada suhu tinggi.
Prinsip destilasi uap :
Ciri-ciri:
Titik didih zat menjadi lebih rendah
Cocok untuk senyawa aromatik
Contoh:
Penyulingan minyak atsiri (minyak kayu putih, minyak sereh)
Ekstraksi senyawa aroma dari tumbuhan


Komentar
Posting Komentar